Di www.forumbebas.com tempat dimana saya berhabitat muncullah resensi maryamah karpov. Karena saya belum baca dan takut spoiler, saya keesokan harinya bergegas ke gramedia – mumpung hari ga hujan – untuk membeli maryamah karpov dan komiknya si kambingjantan. Sesorean saya membaca dua buku ini.
Sebelumnya biarlah saya berbicara sedikit tentang 3 buku pertama. Katanya buku pertama yang legendaris itu, adalah pengalaman pribadi sang pengarang. Dan menurut pengalaman selama membaca buku, which is seumur hidup, saya belajar satu hal ketika membaca, dont trust anything like this. Biasanya ada bagian yang di dramatisir, dan seringnya dikaburkan oleh pengarang. Jadilah saya membaca buku tersebut layaknya membaca novel biasa, regardless the inspiration behind that. Begitu juga dengan dua buku sesudahnya.
Uda – panggilan sayang
untuk member FBI yang nulis resensi ini – menuliskan semua keanehan yang menurut beliau berjumlah 8. Intinya beliau yang juga membaca 3 buku sebelumnya, merasa kecewa dengan yang dilakukan Andrea Hirata. Lengkapnya tulisan beliau ini, silahkan cek link blog saya, klik enter forum di paling bawah sekali, setelah itu cari room gado gado chit chat.
Inilah perspektif saya tentang Maryamah Karpov. Cover bukunya bertuliskan “Mimpi – Mimpi Lintang: Maryamah Karpov” sebuah NOVEL. Oke, catat ya, NOVEL. Underlined and bold that!! Berarti perspektif saya membaca 3 buku sebelumnya sudah benar. Sejujurnya, saya TIDAK pernah berpikir bahwa SELURUH isi buku sebelumnya adalah FAKTA. Ini cuma novel, mungkin memang ada beberapa hal/orang/pengalaman/ yang nyata dalam buku ini yang berkaitan langsung dengan Andrea. Bagi saya itu tidak masalah, lagipula hampir semua penulis memasukkan pengalaman pribadi mereka dalam karangan mereka.
Zeetea 1 ( ZT = Zee Thought
)
Mozaik2 awal bercerita tentang sewaktu AH (Andrea Hirata)menghadapi ujian tesis dan lain2 peristiwa yang mengikuti setelahnya. Ini menurut saya masuk akal karena bab2 terakhir Edensor menceritakan tentang kepindahan dia ke Inggris untuk mengikut Prof. Turnbul supervisor tesisnya. Karena kejadian inilah ia akhirnya menemukan Edensor. Jadi saya rasa pantas Andrea memulai dengan hal ini, ketimbang cerita tentang A Ling yang setelah mencari sampai ke ujung dunia tidak ia ktemukan. Dalam hal ini saya berpendapat, AH sudah patah arang sehingga lebih fokus pada hari2 terkahirnya di Sorbonne, toh dia sudah menemukan Edensor peninggalan A Ling.
Zeetea 2
Mozaik2 berikutnya menceritakan tentang AH yang pulang kampung ke Gantong lalu jadi “pengangguran paling intelek di Pantai Timur Belitong (Mozaik 21, hal 127)”. Kenapa dia lulusan Sorbonne, cumlaude tidak dapat pekerjaan?? Pada mozaik 7 (hal 39) saya kira saya menemukan jawabannya “bersuka cita sejadi jadinya sebelum nanti terjerat lagi rutinitas dunia kerja ” . Versi AH tentang bersukacita sejadi jadinya adalah mereguk madu sebanyak2nya di kampung halamannya (istilah madu digunakan dalam mozaik 5 dan mozaik 19 hal 111). Walau saya rasa AH ingin bekerja, tapi jauh dilubuk hatinya, rasa rindu terhadap Gantong dan segala dinamika sosiologis di dalamnya mengalahkan semua hal.
Zeetea 3
Mengapa AH menceritakan orang2 dikampungnya? Saya kira memang itulah pekerjaan yang akhirnya ia lakukan setelah jadi pengangguran paling intelek. Setelah fasih membaca raut muka Ayahnya (mozaik 15 hal 90)bukan tidak mungkin kemampuan observasi tentang hal hal disekelilingnya terasah tajam. Menurut saya kalau dia kembali menceritakan A Ling dan atau Laskar Pelangi, maka sayalah orang pertama yang akan membanting maryamah karpov karena BOSAN. Kayak ga da hal lain yang bisa diceritain. Hidup AH bukan melulu soal A Ling dan Laskar Pelangi bukan?? Dinamika sosiologis orang Belitong ini cukup menarik untuk disimak. Dan saya menghabiskan sesorean tertawa sampai berlinang2 air mata dan sakit perut yang tak tertahankan ketika membaca mozaik 22-23 terutama mozaik 28 *Bujang Lapuk yang Tinggal dengan Ibunya* Oh Lord,,,, what a humor!!!
Zeetea 4
Cerita judul, saya sudah bisa menebak dari buku Edensor, Maryamah Karpov yang dimaksud adalah orang yang ditolong Ikal dan Arai agar Nurmi, anaknya, tidak jadi menjual biolanya. Dibelakang sampul Edensor cover Maryamah Karpov kan sudah di pajang, dari situlah saya menarik kesimpulan. Ya, sejujrunya saya memang heran, kaena cerita Cik Maryamah yang mengajarkan langkah2 catur karpov hanya 2 baris saja (mozaik 38 hal 240). Lalu apa peran pentingnya? Mungkin itu ada di Nurmi, setelah Ikal seharian membuat perahu yang notabenenya ia sendiri sangsi apakah ia akan sanggup menyelesaikannya. Ikal kemudian, menurut saya, menambah rasa PD dengan membuktikan apakah ia sanggup memainkan biola Nurmi, kalo sanggup maka ia pun mampu menyelesaikan perahu itu.
Zeetea 5
Banyak keanehan yang muncul setelah itu, kata yang nulis resensi, cara reuni AH dengan laskar pelangi, A Ling yang ternyata ketemunya di Pulau Batuan deket Belitong sono setelah dicari ampe ke Eropa dan Afrika, bagaimana ceritanya A Ling ada disana apa kabarnya de el el yang menyangkut itu dikisahkan hanya dalam dua baris. Pembaca fanatik sebenarnya menginginkan cerita pertemuan tentang A Ling dan Ikal yang lebih mengharu biru setelah dibuai sedemikian rupa denga kisah cinta yang begitu panjang – ampe 3 buku sendiri! –
Zeetea 6
Kekesalan si Uda memuncak ketika AH diminta A Ling mencurinya dari pamannya. Yang berarti lamar lah ia. AH kemudian minta izin bapaknya dan,,,, yang sudah baca ceritanya tau kan…
Mencak2 dia “Cuma 3 halaman pendek doank,,, kirain bukunya ada yang robek ampe di bolak balik segala….!! Nila sebelanga di kasi susu setitik tetap aja nila!!”
Saya tertawa setelah selesai membaca resensi si Uda. Well,, Bukan dia saja. Saya tahu banyak yang menyatakan kekecewaannya. Saya bukannya tak memahami kekecewaan orang lain tentang maryamah karpov, tapi saya kira kita harusnya menikmati saja baris demi baris sebuah buku.
Satu yang saya tahu pasti dengan andrea hirata: dia mampu membuat saya tertawa, baris demi baris. Cara dia menceritakan sesuatu itu apa adanya, sangat simple pas sekali dengan selera saya. Bahkan mungkin yang ga lucu di mata orang lain, lucu dimata saya. Saya merasa jauh lebih baik setiap selesai membaca buku tersebut,BUKAN karena termotivasi untuk jadi lebih baik seperti yang dikisahkan orang orang lain tentang Laskar Pelangi. Saya bahagia karena Andrea mampu menyentuh kotak tertawa saya. Dan fungsi tertawa yang paling penting adalah penghilang stress. Itu lho, seperti yang klub tertawa yang banyak didirikan orang orang.
Buku itu menurut saya ada untuk dinikmati. Bukannya dianalisis ampe jauh begini. Dari dulu sampai sekarang buku adalah sumber penghiburan saya. Makanya sehabis baca buku saya ga pernah mempermasalahkan keanehan2 dalam ceritanya.
Kan saya sudah terhibur.
Itu sudah cukup.